Yang Tidak Boleh Ditangani Dengan Hipnoterapi

Yang Tidak Boleh Ditangani Dengan Hipnoterapi

Sepanjang sejarahnya, hipnoterapi telah berkontribusi meningkatkan efektivitas dunia pengobatan, baik itu pengobatan fisik atau pun psikis, yang menjadikan hipnoterapi dewasa ini secara resmi dianggap sebagai salah satu metode pengobatan komplementer yang teruji.

Namun demikian, apakah hal ini menjadikan hipnoterapi bisa digunakan untuk semua jenis permasalahan?

Jawabannya adalah “tidak”. Terlepas dari efektivitasnya, hipnoterapi tetap memiliki batasan praktik yang perlu kita pahami.

Terdapat beberapa kondisi, atau permasalahan yang tidak sebaiknya—dan bahkan tidak boleh—ditangani dengan hipnoterapi, yaitu:

  • Permasalahan yang berhubungan dengan gangguan pada otak. Adanya gangguan pada otak berpotensi menjadikan seseorang tidak bisa memproses sugesti dengan baik. Dikhawatirkan pemrosesan sugesti dengan cara yang salah ini malah memunculkan masalah tersendiri nantinya.
  • Permasalahan yang berhubungan dengan kondisi berkebutuhan khusus tertentu, seperti autis atau keterbelakangan mental di skala yang cukup parah misalnya. Lagi-lagi, dikhawatirkan permasalahan komunikasi yang dilatari kondisi ini menyebabkan terjadinya pemrosesan sugesti dengan cara yang salah dan memunculkan masalah tersendiri nantinya.
  • Permasalahan yang berhubungan dengan halusinasi dan delusional dimana seseorang sudah sulit untuk membedakan realita dan imajinasinya. Kondisi alpha dan theta dalam kondisi hipnosis menjadikan seseorang cenderung lebih imajinatif dimana hal ini dikhawatirkan menjadikan mereka yang mengalami gejala halusinasi dan delusional malah semakin sulit membedakan imajinasi dan realita, yang memperburuk kondisinya.
  • Permasalahan yang berhubungan dengan gangguan psikologis (psychological disorder) di skala yang sudah memerlukan pendampingan intens dari tenaga kesehatan formal seperti Psikolog atau Psikiater dimana hipnoterapi justru dikhawatirkan malah “mengaburkan” penanganan yang sebelumnya sudah difasilitasi oleh tenaga kesehatan formal tersebut.
  • Kondisi dimana seseorang mengalami gangguan fisik yang bisa memburuk akibat jalannya sesi hipnoterapi, misalnya gangguan pada jantung, tekanan darah, pernapasan, yang bisa terpicu ketika seseorang mengalami reaksi emosi intens. Dalam kondisi hipnosis, reaksi emosi bisa teralami dengan lebih “lepas” dan intens, hal ini yang dikhawatirkan memicu permasalahan pada fisik.
  • Kondisi dimana seseorang mengalami permasalahan pada tubuh fisik yang bisa memburuk akibat posisi duduk atau berbaring dalam sesi hipnoterapi, misalnya mereka yang mengalami kondisi patah tulang, gangguan pada otot, atau sejenisnya, yang menjadikan diamnya mereka di posisi tertentu untuk jangka waktu yang lama jusru memperburuk atau berpotensi memperburuk masalah pada tubuh fisiknya tersebut.