Dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan para calon klien, satu yang terbilang tidak biasa tapi juga tidak aneh adalah “hipnoterapi untuk menginterogasi terduga kasus kriminal.”
Beberapa waktu lalu ada yang menghubungi Customer Service (CS) dan menyatakan permohonan bantuan hipnoterapi untuk kerabatnya yang ia duga mencuri barangnya di rumahnya. Menurut penelepon ini ia yakin betul kerabatnya itulah yang mencuri barangnya, namun kerabatnya itu tidak mau mengakui perbuatannya. Situasi itu membuatnya mencari cara agar kerabatnya mau mengakui dugaannya tersebut, dimana hipnoterapi menjadi satu cara yang terpikir olehnya.
Seperti biasa, dengan sabar, CS kami menjelaskan bahwa kebutuhannya tidaklah bisa kami penuhi. Hal ini karena hipnoterapi memang tidak bisa dilakukan pada mereka yang tidak menghendaki. Jika sejak awal saja orang yang bersangkutan tidak menginginkan untuk menjalani hipnoterapi maka prosesi hipnoterapi tidaklah bisa dilakukan.
Hal kedua, yaitu karena dalam hipnoterapi sekali pun seseorang tetap bisa saja berbohong. Artinya, katakanlah orang yang bersangkutan benar-benar mencuri dan ternyata bersedia untuk menjalani proses hipnosis, jika ia tidak bersedia mengatakan yang sebenarnya maka tetap saja ia akan berbohong.
Berikutnya, yang terakhir, sesuai dengan kata “terapi” yang menyertai “hipnoterapi”, peruntukkan hipnoterapi adalah untuk keperluan terapi, atau pengobatan masalah-masalah yang memang diperbolehkan untuk ditangani dengan hipnoterapi. Dengan kata lain, ia tidak bolah digunakan untuk keperluan lain selain dari terapi.
Terdapat aplikasi hipnosis khusus untuk penegakan hukum, yaitu yang disebut forensic hypnosis, atau hypnoforensic. Namun demikian aplikasi hypnoforensic pun bukanlah diperuntukkan bagi terduga atau terdakwa agar mengakui perbuatannya, melainkan untuk membantu saksi mengingat informasi yang ia tidak bisa ingat secara sadar.
Misalnya saja seseorang berada di peristiwa kriminal dimana ia menyaksikan jalannya peristiwa tersebut, namun demikian dalam proses penyidikan ia ternyata tidak bisa mengingat kembali detail kejadian karena pikiran bawah sadarnya memblokade informasi tersebut. Dalam hal ini hypnoforensic dilakukan untuk membantu saksi tersebut mengakses kembali memori yang berhubungan dengan peristiwa yang dialaminya.
Namun demikian, terdapat protokol pelaksanaan yang sangat ketat yang mengatur jalannya hypnoforensic yang menjadikan ia tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang. Pun demikian, di Indonesia sendiri hypnoforensic belum termasuk ke dalam prosedur penyidikan yang diakui negara, sehingga pelaksanaannya pun belum diperbolehkan secara resmi.
