“Saya ingin membawa kerabat saya untuk menjalani sesi hipnoterapi. Saya sudah lelah dengan sikap dan perilakunya.” Begitu ucap seorang klien di sesi pembicaraan bersama Customer Service (CS) saya.
Untungnya CS saya sudah terdidik dengan baik seputar hipnoterapi sehingga ia bisa menjelaskan pada klien bahwa selama sosok yang “ditargetkan” menjalani hipnoterapi ini tidak bersedia maka proses terapi tidaklah bisa dilakukan.
Ya, hipnoterapi tidak bisa dilakukan pada mereka yang tidak menghendaki. Semakin seseorang resisten untuk menjalani hipnoterapi, semakin berpotensi berantakan jalannya sesi hipnoterapi yang difasilitasi padanya.
Jadi bagaimana jika seseorang butuh pertolongan tapi ia tidak bersedia?
Kuncinya adalah satu hal: buat dulu ia bersedia.
Caranya yaitu dengan membangun kesadarannya tentang kondisi dan permasalahannya saat ini, lalu membangun pemahamannya bahwa hipnoterapi bisa membantunya untuk keluar dari permasalahannya. Jika ia sudah tersadarkan atas masalahnya dan sudah paham bahwa ada solusi yang bisa ia tempuh untuk mengeluarkannya dari masalahnya, maka tanpa diminta pun ia akan menjalani sesi hipnoterapi dengan kesediaannya sendiri.
