Jika dibandingkan dengan bertahun-tahun lalu, bisa dikatakan masyarakat dewasa ini sudah lebih familiar dengan istilah “PTSD”, yang merupakan singkatan dari “post-traumatic stress disorder“, atau “gangguan stres pasca trauma”, setidaknya itu yang kami dapati dalam praktik profesional yang kami jalani.
Ya, bukan sekali dua kali kami mendapati klien yang datang berkunjung karena rujukan dari Psikiater yang menangani mereka, dimana hasil diagnosis atas kondisi mereka menunjukkan gejala PTSD.
Apakah hipnoterapi bisa digunakan untuk penanganan PTSD? Jawabannya adalah “ya” dan “tidak” dalam satu waktu.
Penjelasannya begini. PTSD adalah kondisi yang diagnosisnya mensyaratkan pemeriksaan dari tenaga kesehatan formal, seperti Psikiater dan/atau Psikolog klinis. Artinya, hipnoterapis tidak boleh melakukan diagnosis, atau bahkan menduga-duga, bahwa klien mengalami PTSD, karena itu berada di luar cakupan kewenangannnya,
Maka itulah penanganan PTSD dari kaca mata hipnoterapi menjadi sesuatu yang bisa bersifat malpraktik, yang menjadikannya tidak boleh dilakukan, karena ia berada dalam kewenangan tenaga kesehatan formal.
Namun demikian, lain ceritanya jika keberadaan hipnoterapi adalah untuk “membantu” penanganan. Dalam konteks ini hipnoterapi bukanlah menjadi penanganan utama, melainkan “pelengkap (compliment)”, sesuai dengan keberadaannya sebagai metode pengobatan komplementer, dimana pelaksanaannya pun memerlukan rujukan dari Dokter atau Psikolog klinis yang memang mereferensikan klien untuk menjalani hipnoterapi.
Dalam perspektif hipnoterapi, ketika seseorang mengalami gejala yang disebut PTSD, yang terjadi adalah pikiran bawah sadar seseorang mengalami “disorientasi ruang dan waktu”. Seseorang pernah mengalami kejadian traumatis di masa lalu dan kejadian itu sedemikian membekas di pikiran bawah sadarnya. Di masa kini, meski kejadian itu sudah tidak lagi terjadi, pikiran bawah sadar menganggap kejadian itu masih ada dan sedang terjadi kembali, biasanya hal ini karena di masa kini ada stimulus yang serupa dengan peristiwa ketika kejadian traumatis di masa lalu terjadi.
Seorang klien kami mengalami reaksi panik ketika akan tidur di malam hari. Dokter yang menangani klien ini mereferensikannya untuk menjalani hipnoterapi. Dalam proses hipnoterapi ditemukan petunjuk bahwa pikiran bawah sadar klien ini mengalami disorientasi ruang dan waktu dengan masa lalu. Di masa lalu klien ini pernah mengalami peristiwa traumatis di malam hari ketika akan tidur. Pikiran bawah sadarnya rupanya sedemikian merekam kejadian ini dengan sedemikian kuatnya. Di masa kini meski kejadian itu sudah tidak lagi terjadi, pikiran bawah sadar yang merasa “situasi akan tidur” mengingatkannya pada situasi di masa lalu merasa potensi bahaya yang pernah ia alami akan terjadi kembali, sehingga muncullah rasa panik yang tidak terkendali.
Dengan menggunakan hipnoterapi, kita “memperbaharui” orientasi pikiran bawah sadar atas ruang dan waktu. Kita “menarik” bagian dari pikiran bawah sadar yang “terperangkap” di masa lalu agar kembali berada di masa kini seutuhnya. Dengan melakukan hal ini, program yang ada di pikiran bawah sadar akan terperbaharui sehingga ia terbebas dari reaksi trauma masa lalunya.
Karena kondisi hipnosis juga meningkatkan reseptivitas seseorang terhadap penerimaan pesan mental (sugesti), hipnoterapi juga memungkinkan kita untuk memperkuat kondisi mental-emosional seseorang dalam memproses situasi di masa kini, menjadikannya lebih tahan terhadap stresor, sehingga selain seseorang terbebas dari trauma masa lalunya, ia juga lebih tahan terhadap apa-apa yang bisa menyebabkannya stres di masa kini.
