Hipnoterapi Untuk Alergi

Hipnoterapi Untuk Alergi

Masih berhubungan dengan tema kesehatan fisik, ada pertanyaan yang muncul dari salah seorang calon klien terkait hipnoterapi untuk membantu penanganan masalah alergi, dimana alergi yang dimaksudkan oleh calon klien ini adalah alergi yang cukup bersifat umum, seperti alergi terhadap debu, udara dingin, makanan tertentu, dan banyak lagi jenis alergi lainnya.

Jawabannya adalah “bisa”, namun seperti biasa, yaitu “dengan catatan”.

Hipnoterapi bukanlah metode pengobatan formal, maka itu hipnoterapi tidak dirancang untuk menggantikan metode pengobatan formal lain yang sudah ada, dimana dalam konteks ini yaitu pengobatan untuk penanganan alergi.

Sebagai pengobatan komplementer, hipnoterapi hanya boleh dilakukan untuk melengkapi penanganan formal yang ada. Begitu juga dalam penanganan alergi, calon klien yang ingin menjalani hipnoteapi untuk penanganan alergi perlu menyadari bahwa hipnoterapi yang mereka jalani adalah metode pengobatan komplementer. Jika mereka sedang atau akan menjalani pengobatan formal lainnya untuk membantu penanganan alergi tersebut maka hal itu haruslah mereka tetap jalani dan utamakan.

Dalam perspektif hipnoterapi, alergi adalah salah satu bentuk program yang bekerja dengan cara yang salah di pikiran bawah sadar. Dalam kasus alergi, dari perspektif hipnoterapi, pikiran bawah sadar memandang alergen (senyawa yang memicu reaksi alergi pada tubuh) sebagai ancaman, sehingga sistem kekebalan tubuh mengeluarkan reaksi “yang tidak seharusnya” untuk menghindari alergen tersebut.

Karena akar masalah dari alergi tersebut bersumber dari program di pikiran bawah sadar yang salah memandang keberadaan alergen, yang kelak memengaruhi cara kerja sistem kekebalan tubuh, maka penanganan dilakukan pada program di pikiran bawah sadar yang beroperasi “secara tidak seharusnya” tersebut. Ketika program di pikiran bawah sadar terperbaiki dan tidak lagi memandang alergen sebaagi ancaman maka sistem kekebalan tubuh tidak akan lagi mengeluarkan reaksi yang tidak seharusnya untuk menghindari alergen tersebut, maka alergi yang dialami pun akan mereda dengan sendirinya.

Namun demikian, lagi-lagi hal ini perlu dilakukan dengan catatan, yaitu proses ini tidak ditujukan untuk menggantikan pengobatan formal yang sudah ada. Klien yang menjalani penanganan jenis ini hendaknya tetap juga tetap berkonsultasi dan menjalani pengobatan formal dengan tenaga kesehatan formal yang membersamai pengobatan mereka.