Hipnoterapi Untuk Permasalahan Belajar

Hipnoterapi Untuk Permasalahan Belajar

Jika sejauh ini hipnoterapi efektif digunakan untuk berbagai masalah emosi dan perilaku, bagaimana dengan “permasalahan belajar”, akankah ia sama efektifnya?

Pertanyaan ini tidaklah bisa dijawab secara sembrono. Hal ini karena permasalahan belajar sering kali menjadi sesuatu yang bersifat bias jika tidak kita pahami lebih dalam.

Jika permasalahan belajar yang dimaksudkan di sini adalah “permasalahan pada prestasi akademis”, seperti “nilai yang buruk” dimana dengan hipnoterapi diharapkan prestasi akademis akan membaik, maka agaknya hipnoterapi tidak akan cocok digunakan.

Hal ini karena hipnoterapi tidaklah memberikan “keajaiban” begitu saja. Bagaimana pun juga prestasi akademis terbentuk dari berbagai faktor, sehingga hipnoterapi tidak bisa begitu saja dilakukan demi meningkatkan prestasi akademis.

Lain ceritanya jika permasalahan belajar yang dialami adalah “kesulitan dalam belajar”, misalnya sulit berkonsentrasi, sulit mengingat, mudah mengantuk ketika belajar padahal sudah mengalami tidur yang cukup, atau “gangguan” lain yang dialami ketika seseorang sedang dalam proses belajar. Untuk hal-hal ini, hipnoterapi masihlah cocok dan kondusif untuk dilakukan.

Permasalahan dalam belajar pada umumnya terjadi karena “belajar” dianggap oleh pikiran bawah sadar sebagai suatu hal yang bersifat tidak menyenangkan, dan bahkan ada kalanya dianggap membahayakan. Hal ini biasanya bermula dari pengalaman spesfiik masa lalu yang bersifat traumatis, yang menjadikan pikiran bawah sadar merasa belajar akan memberikan sebuah bahaya tertentu, sehingga ketika proses belajar dilakukan pikiran bawah sadar memproduksi gejala/simtom yang membuat kita menghindari proses belajar, bisa dalam berbagai bentuk, seperti sulit berkonsentrasi, sulit mengingat, mudah mengantuk ketika belajar padahal sudah mengalami tidur yang cukup, atau “gangguan” lain yang dialami ketika seseorang sedang dalam proses belajar.

Dalam konteks pengobatan, hipnoterapi bisa membantu proses penanganan permasalahan proses belajar dengan cara “membersihkan” program yang bermasalah di pikiran bawah sadar, yang menyebabkan gangguan dalam proses belajar dan menciptakan program baru yang lebih bisa membantu proses belajar. Harapannya, dengan “pergantian program” ini kita bisa lebih baik dalam belajar karena program yang dioperasikan pikiran bawah sadar adalah program yang sejalan dengan kebutuhan proses pembelajaran.