Fobia termasuk ke dalam satu hal yang bisa sangat mengganggu bagi sebagian orang yang mengalaminya. Jika fobia ini adalah fobia terhadap hal-hal yang jarang ditemui mungkin tidak terlalu masalah. Namun bagaimana jika fobia ini justru dialami pada objek-objek yang kerap ditemui dalam keseharian? Disinilah muncul masalah.
Seorang klien kami pernah datang dengan keluhan fobia terhadap buah rambutan. Ya, Anda tidak salah baca, buah rambutan. Dulu fobia ini tidak terlalu mengganggu karena ia memang tidak banyak berhadapan dengan rambutan. Masalahnya adalah di kemudian waktu klien ini kemudian bekerja di supermarket dimana salah satu area kerjanya adalah pengawasan kualitas buah-buahan, yang mencakup buah rambutan. Bisa dibayangkan seberapa carut-marut jadinya situasi yang terjadi?
Puji syukur, penanganan rasa takut berlebih termasuk ke dalam permasalahan yang sebenarnya penanganannya sederhana dalam hipnoterapi, sehingga masalah klien ini bisa tertangani dalam waktu yang relatif singkat.
Pertanyaannya, apakah hipnoterapi efektif untuk penanganan fobia?
Sebelum kita masuk ke jawaban atas “efektivitas” hipnoterapi, pertama-tama kita perlu pahami dulu kelayakan penanganan fobia dengan hipnoterapi.
Jika yang dimaksudkan dengan “fobia” adalah fobia sebagai sebuah diagnosis psikologi klinis sebagaimana tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) yang menjadi acuan diagnosis psikiatri dan psikologi klinis, sudah tentu hipnoterapi tidak boleh begitu saja dilakukan. Hal ini karena hipnoterapi sedianya tidak boleh menggantikan penanganan formal oleh tenaga kesehatan formal, dalam hal ini yaitu Psikolog klinis dan Psikiater.
Jika seseorang sudah menjalani penanganan formal dan mendapatkan diagnosis psikologi klinis sehubungan dengan permasalahannya, maka penanganan tetap perlu dilanjutkan melalui tenaga kesehatan tersebut, ada pun hipnoterapi hanya melengkapi (compliment) penanganan formal yang sudah ada tersebut.
Namu demikian di sini juga keberadaan fobia ini menjadi satu hal yang perlu dipahami lebih jauh keberadaannya. Tidak semua rasa takut (fear) itu pasti fobia. Beberapa orang sering kali mengalami ambiguitas untuk mengenali rasa takut dan fobia. Hanya karena mereka merasa takut mereka menganggap itu fobia. Fobia sudah pasti melibatkan rasa takut, tapi tidak semua rasa takut itu pasti adalah fobia.
Penanganan rasa takut berlebih, yang dalam konteks tertentu sering diartikan sebagai fobia, adalah salah satu cakupan dari peruntukkan hipnoterapi.
Dalam hipnoterapi, keberadaan rasa takut berlebih melambangkan adanya program di pikiran bawah sadar yang beranggapan bahwa situasi di luar diri yang sedang dialami adalah sebuah “ancaman” (life threat), sehinga pikiran bawah sadar memunculkan rasa takut untuk menghindari apa yang dianggap sebagai ancaman tersebut.
Menggunakan hipnoterapi, kita bisa mengakses pikiran bawah sadar untuk kemudian memperbaharui cara kerja program di dalamnya, agar program yang semula menganggap situasi di luar diri sebagai ancaman menjadi terperbaharui dan tidak lagi menganggap hal itu sebagai ancaman. Ketika program ini terperbaharui maka reaksi takut berlebih yang semula dirasakan pun akan reda dengan sendirinya.
