“Bagaimana hipnoterapi digunakan untuk membantu berhenti dari kebiasaan merokok?” Pertanyaan itu muncul dari seorang calon klien yang penasaran.
Sebagai salah satu modalitas yang efektif digunakan untuk membantu penanganan kebiasaan buruk, hipnoterapi menjadi salah satu alat bantu yang efektif untuk membantu proses berhenti merokok. Hal ini karena merokok termasuk ke dalam perilaku yang dioperasikan oleh program yang ada di pikiran bawah sadar yang terlanjur merasakan “kenikmatan” dari rokok. Karena perilaku ini bersumber dari program di pikiran bawah sadar, ketika program yang ada di pikiran bawah sadar ini bisa dirubah maka akan berubah juga dorongan untuk melakukan perilaku ini kemudian.
Namun demikian, seperti biasa, hal ini tentu tetap perlu dilakukan dengan catatan. Terdapat dua catatan penting sehubungan dengan hipnoterapi untuk berhenti merokok.
Pertama, klien perlu memiliki kesiapan dan kesungguhan yang benar-benar optimal untuk berhenti. Jika klien masih sebatas “iseng” atau memiliki motivasi yang “sekedarnya” maka proses hipnoterapi untuk berhenti merokok ini tidak akan berjalan optimal.
Kedua, klien harus siap juga secara fisik dan mental untuk ada kalanya menjalani reaksi “putus nikotin” (tobacco withdrawl). Hal ini karena rokok termasuk ke dalam zat (substance) yang dikonsumsi dan diserap oleh tubuh. Terputusnya asupan ini dalam seketika ada kalanya mengejutkan tubuh sebagian orang yang terlanjur terbiasa menerima asupan nikotin secara berkala, sehingga menimbulkan dampak seperti “sakaw” dimana tubuh mereka seperti “protes” dan memunculkan dorongan fisik yang sangat kuat untuk kembali mencari asupan nikotin.
Fase “putus nikotin” bagi sebagian orang bisa menjadi fase yang “menyiksa”, apalagi jika mereka tidak menjalani proses ini dengan motivasi dan kesiapan yang baik. Salah satu alternatif untuk menyikapi hal ini yaitu bisa dilakukan dengan tidak langsung berhenti total, melainkan berhenti secara bertahap. Artinya, perubahan program pikiran yang dilakukan dengan hipnoterapi tidak langsung ditujukan untuk seseorang berhenti total, melainkan agar seseorang bisa mengurangi konsumsi rokoknya secara bertahap sampai lama-lama kebiasaan itu bisa dihentikan total.
