Beranjak ke bahasan yang lebih jauh dan mendalam, kali ini muncul pertanyaan yang meski sederhana, bisa jadi jawabannya tidak sederhana, yaitu bisakah hipnoterapi digunakan untuk menangani masalah OCD.
Kenapa dikatakan tidak sederhana? Hal ini karena Obsessive Compulsive Disorder (OCD) atau “gangguan perilaku kompulsif” bukanlah permasalahan yang bisa begitu saja ditetapkan dan ditangani oleh sembarang orang.
Penetapan kondisi OCD pada dasarnya hanya boleh ditetapkan berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan formal yang berwenang, yang dalam hal ini diwakili oleh Psikiater dan Psikolog klinis. Karena OCD termasuk pada permasalahan yang berhubungan dengan diagnosis psikologi klinis maka begitu juga penanganannya hanya boleh dilakukan oleh tenaga kesehatan formal.
Dalam posisinya sebagai pengobatan komplementer, hipnoterapi tidak boleh digunakan begitu saja untuk menangani permasalahan OCD, kecuali ada rujukan atau referensi dari tenaga kesehatan formal yang merujuk klien untuk menjalani hipnoterapi, atau klien memutuskan menggunakan hipnoterapi untuk melengkapi (bukan menggantikan) pengobatan formal yang dijalaninya.
Bagaimana jika klien sudah mendapatkan rujukan atau referensi, atau memutuskan menggunakan hipnoterapi untuk melengkapi pengobatan formal yang dijalaninya? Dalam perspektif hipnoterapi, perilaku kompulsif terjadi karena ada program di pikiran bawah sadar yang beroperasi dengan cara yang “tidak seharusnya”, yang kemudian menyebabkan munculnya dorongan perilaku kompulsif.
Maka demikianlah, fokus penanganan perilaku kompulsif dalam hipnoterapi ditujukan untuk menyelaraskan cara kerja program yang ada di pikiran bawah sadar, memperbaiki cara kerjanya agar ia tidak lagi mengoperasikan dorongan perilaku kompulsif yang semula dioperasikannya. Jika program yang mengoperasikan perilaku kompulsif ini sudah terperbaiki maka permasalahan perilaku kompulsif yang dialami pun akan mereda dengan sendirinya.
